|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 03 May 2009 13:20 |
|
Banyak dari kita sudah mempelajari subyek garis besar di dalam kasus belajar, seperti: - Item pertama
- Item kedua
- sub item
- sub item
- sub sub item
- sub sub item
- item ketiga
Hal ini merupakan pendekatan yang bersifat sangat linear, namun tidak seperti kerjanya pikiran kita. Kenapa pemetaan? Sebaliknya, pikiran kita bekerja seperti web sites: sekelompok halaman atau ide atau konsep yang dihubungan satu sama lain, atau berpindah sendiri ke kelompok atau web sites yang lain. | Pembelajaran mengkombinasikan apa yang telah anda ketahui dengan apa yang ingin anda ketahui, dan menghubungkan informasi baru ini ke dalam gudang pengetahuan kita. Ingatan kita kemudian memproses ?hubungan? baru ini dan mempersiapkan untuk digunakan sewaktu-waktu. Suatu pemetaan pikiran berfokus pada satu ide; Konsep memetakan bekerja dengan beberapa atau banyak hal. | Kapan memetakannya? | Mengorganizasi suatu subyek | Melakukan pembelajaran yang "lebih mendalam" | | Mengintegrasikan pengetahuan yang lama dan baru | Merevisi and mempersiapkan untuk test | | Mencatat | | Menggantikan ide-ide baru dalam suatu struktur | Mengingat kembali | | Mengkomunikasikan ide-ide yang kompleks | Gunakan pemetaan untuk meletakkan hal-hal secara perspektif, menganalisa hubungan, dan untuk membuat prioritas. Bagaimana saya melakukan pemetaan? Mula-mula tolaklah ide dari suatu garis besar, atau paragraf yang menggunakan kalimat-kalimat. Kemudian berpikirlah dengan kata kuncinya atau simbol-simbol yang mewakili ide dan kata-kata. Ambilah sebuah pensil (anda akan menghapus!) dan selembar kertas kosong (tidak bergaris) yang besar atau gunakan papan tulis dan kapur (berwarna): - Tulislah kata yang paling penting atau ungkapan pendek atau simbol di bagian tengah.
Pikirkan hal ini; lingkarilah.
| - Tuliskan kata-kata penting lainnya di luar lingkaran.
(pikirkan halaman-halaman yang berhubungan dalam suatu web sites) Sisakan ruang kosong untuk mengembangkan pemetaan anda untuk: - pengembangan lebih lanjut
- penjelasan
- item-item yang berkaitan
- Bekerjalah dengan cepat
tanpa menganalisa pekerjaan anda.
| - Ubahlah fase pertama ini.
Pikirlah mengenai hubungan item-item yang di luar dengan yang di tengah Hapus dan gantilah dan pendekkan kata-kata pada ide kunci ini Letakkan kembali item-item penting lebih dekat satu sama lain untuk pengorganisasian yang lebih baik Jika memungkinkan, gunakan warna untuk mengorganisasikan informasi Hubungkan konsep dengan kata-kata untuk memperjelas hubungan
| - Tetaplah bekerja di bagian luar
Dengan bebas dan cepat tambahkan kata-kata kunci dan ide-ide lainnya (anda dapat selalu menghapus!) Berpikirlah secara tidak umum: rekatkan halaman-halaman secara bersamaan untuk memperluas pemetaan anda; pecahkan ikatan-ikatan yang ada Kembangkan ke mana arah topik membawa anda ? tak terbatas oleh ukuran kertas Ketika anda memperluas pemetaan anda, anda akan cenderung menjadi lebih spesifik dan detail
| - Singkirkan pemetaan tersebut
Kemudian, lanjutkan pengembangan dan revisi Berhenti dan pikirlah mengenai hubungan yang anda kembangkan Perluas pemetaan sepanjang waktu (sampai ujian tiba!)
| - Pemetaan ini adalah dokumen pembelajaran pribadi anda
Hal ini mengkombinasikan apa yang anda ketahui dengan apa yang anda pelajari dan apa yang mungkin anda butuhkan untuk melengkapi "lukisan" anda
Konsep pemetaan awalnya berasal dari hasil karya David Ausubel (advanced organizers). Konsep teknik pemetaan dikembangkan oleh Joseph D Novak di Cornell. "Konsep pemetaan berasal dari gerakan pembelajaran yang disebut konstruktivisme. Pemetaan pikiran dikembangkan oleh Tony Buzan: "The Mind Map Book: How to Use Radiant Thinking to Maximize Your Brain's Untapped Potential", Penguin Books, New York. |
|