JAKARTA– Pemerintah menegaskan tidak akan menunda atau menghentikan pemberian tunjangan profesi guru dan dosen dan akan mempercepat penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai tunjangan profesi ini.

| The Fredom and it’s constraints |
|
|
|
| Written by Made Wiryana |
|
Kebebasan dan Pembatasnya (The Fredom and it’s constraints) Isu kebebasan (freedom) sering muncul disaat seseorang ingin segala keinginannya dipenuhi, tetapi ada pembatas (constraints) yang menghalangi pemenuhan segala keinginan itu. Ada dua prinsip dan aspek pertentangan dalam isu kebebasan yaitu : Keinginan dan Pembatas (constraints). Pada kasus kebebasan anak, perlu dipertimbangkan untuk memeriksa keinginan anak dan constraints yang tepat untuk anak tersebut. Ada tiga jenis constraints yang utama yaitu : constraints yang sewenang-wenang dari penindas atau tirani, dimana seseorang menindas secara langsung yang lainnya; constraints dari opini sosial dimana seseorang dicegah untuk mengerjakan sesuatu oleh opini yang ada di sekitarnya; dan yang terakhir constraints formal dari suatu tatanan hukum. Sesuatu yang ganjil dimana kebebasan yang terlalu banyak terkadang dapat menghalangi kebebasan yang lebih kecil, dan jika tidak ada constraint seperti opini sosial dan hukum maka yang lemah akan ditindas oleh yang kuat. Constraints sangat diperlukan untuk melindungi yang lemah sehingga yang lemah masih memiliki kebebasannya. Jika kita berbicara mengenai isu kebebasan maka constraints hampir selalu ada, sebagai contoh, kebebasan berbicara dilindungi oleh hukum, tradisi dan opini umum. Akhirnya kita dapatkan suatu paradoks dimana suatu kebebasan ada dan bertahan selalu memerlukan adanya perlindungan oleh constraints. Jika konsep kebebasan diterapkan pada anak-anak kita dapat melihat apa yang diinginkan oleh anak-anak dan constraints apa yang membatasi keinginan anak-anak itu. Pekerjaan seorang pendidik adalah dapat merubah dan menyalurkan keinginan anak-anak, keinginan anak-anak mungkin bertentangan dengan apa yang terbaik bagi anak-anak menurutnya. Sebagai contoh adalah keinginan anak-anak dalam memakan permen selalu ingin terus dalam jumlah yang tak terbatas, hal ini tentu akan merusak gigi dan pencernaan mereka. Disini ada suatu ketidak konsistenan antara memberikan kebebasan pada anak-anak dan pengetahuan tentang apa yang terbaik bagi mereka. Constraints pada kebebasan anak-anak biasanya bersumber dari : teman sebayanya, orang tuanya, aturan hukum yang diterima dari guru di sekolahnya, jika contraints tidak berfungsi maka penindas akan mengambil alih dan yang lemah akan tidak berdaya. Dengan adanya salah satu dari tujuan pendidikan untuk mengembangkan kemandirian dan kepercayaan diri, maka anak-anak semestinya tidak dilindungi terus menerus dengan pengekangan-pengekangan yang hanya menghalangi mereka mendapat pembelajaran untuk menjadikan mereka memiliki tanggungjawab. Seorang guru menyelesaikan masalah ini dengan perlahan-lahan meninggalkan intervensinya dan menambah kemampuan tanggung jawab anak sehingga secara perlahan belajar menguasai kebebasannya sehingga menjadi mandiri dan dapat mengandalkan diri sendiri. |